Ingin Anak Jujur?
Kejujuran adalah nilai kehidupan yang sangat dasar yang harus diajarkan kepada anak sejak dini. Mengajarkan anak untuk berkata dan berbuat jujur akan sangat mempengaruhi kehidupannya dimasa yang akan datang. Penanaman nilai kejujuran pada anak yang dilakukan sangat dini akan sangat membentuk kebiasaan baik hingga anak dewasa nanti.
Kejujuran juga sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam berkeluarga misalnya, kejujuran harus bisa dipelihara dengan baik demi terciptanya keharmonisan dan kehangatan keluarga. Setiap orang tua diharuskan menanmkan sikap jujur kepada anak-anak mereka. Mengingat dimasa sekarang sangat sulit untyuk bisa menilai seseorang apakah jujur benar-benar dari hati atau hanya ucapan saja.
Hey parents, berikut langkah mudah untuk menanamkan kejujuran pada anak-anak:
1. Berikan pemahaman bahwa jujur itu hebat
Dari setiap kejujuran yang kita lakukan, biasanya akan ada perasaan tenang dan damai yang mengikuti. Berikan pemahaman ini kepada anak-anak, bahwa setiap kejujuran yang mereka lakukan akan sangat mempengaruhi ketentraman batin mereka. Hanya anak-anak hebat lah yang bisa merasakannya. Hebat, karena mereka telah berkata dan berbuat sejujur-jujurnya.
2. Bacakan buku tentang kejujuran
Anak-anak sangat lekat dengan buku cerita yang sangat menarik dan imajinatif. Fasilitasi mereka dengan buku-buku yang menanamkan moral kebaikan seperti kejujuran. Bacakan buku tersebut di waktu sebelum tidur atau pun waktu bermain bersama orang tua. Melalui sebuah cerita anak-anak akan sangat mudah memahami bagaiman caranya berlaku jujur.
3. Beri teladan secara langsung
Sudah sangat menjadi rahasia umum, bahwa anak adalah peniru ulung. Subyek yang ia tiru pastinya adalah orang tua mereka yang sangat lekat dengan kehidupannya. Jadilah teladan bagi anak-anak kalian. Misalnya, jika anak merengek ingin ikut Ayah pergi bekerja. Berikan pemahaman bahwa Ayah akan bekerja dan tidak boleh membawa anak-anak di kantor karena akan sangat berbahaya bagi anak. Jika Ayah pergi jalan-jalan pasti akan mengajak anak-anak. Hindari berbohong seperti, "Ayah hanya pergi sebentar" padahal kenyataanya Ayah pergi bekerja dari pagi hingga sore yang nyatanya itu bukan sebentar.







0 komentar