• Home
  • About
  • Pengasuhan
    • Tumbuh Kembang Anak
    • Interaksi
    • Kesehatan
  • Pendidikan
    • Literasi Anak
    • Kemampuan Berbahasa Anak
    • Karakter
  • Hey Parents
  • Review
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Hey Mama

Blog seputaran parenting terkait pengasuhan dan pendidikan anak

Kejujuran adalah nilai kehidupan yang sangat dasar yang harus diajarkan kepada anak sejak dini. Mengajarkan anak untuk berkata dan berbuat jujur akan sangat mempengaruhi kehidupannya dimasa yang akan datang. Penanaman nilai kejujuran pada anak yang dilakukan sangat dini akan sangat membentuk kebiasaan baik hingga anak dewasa nanti.

Kejujuran juga sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam berkeluarga misalnya, kejujuran harus bisa dipelihara dengan baik demi terciptanya keharmonisan dan kehangatan keluarga. Setiap orang tua diharuskan menanmkan sikap jujur kepada anak-anak mereka. Mengingat dimasa sekarang sangat sulit untyuk bisa menilai seseorang apakah jujur benar-benar dari hati atau hanya ucapan saja.

Hey parents, berikut langkah mudah untuk menanamkan kejujuran pada anak-anak:

1. Berikan pemahaman bahwa jujur itu hebat

 

Dari setiap kejujuran yang kita lakukan, biasanya akan ada perasaan tenang dan damai yang mengikuti. Berikan pemahaman ini kepada anak-anak, bahwa setiap kejujuran yang mereka lakukan akan sangat mempengaruhi ketentraman batin mereka. Hanya anak-anak hebat lah yang bisa merasakannya. Hebat, karena mereka telah berkata dan berbuat sejujur-jujurnya.

2. Bacakan buku tentang kejujuran

 

Anak-anak sangat lekat dengan buku cerita yang sangat menarik dan imajinatif. Fasilitasi mereka dengan buku-buku yang menanamkan moral kebaikan seperti kejujuran. Bacakan buku tersebut di waktu sebelum tidur atau pun waktu bermain bersama orang tua. Melalui sebuah cerita anak-anak akan sangat mudah memahami bagaiman caranya berlaku jujur.

3. Beri teladan secara langsung


Sudah sangat menjadi rahasia umum, bahwa anak adalah peniru ulung. Subyek yang ia tiru pastinya adalah orang tua mereka yang sangat lekat dengan kehidupannya. Jadilah teladan bagi anak-anak kalian. Misalnya, jika anak merengek ingin ikut Ayah pergi bekerja. Berikan pemahaman bahwa Ayah akan bekerja dan tidak boleh membawa anak-anak di kantor karena akan sangat berbahaya bagi anak. Jika Ayah pergi jalan-jalan pasti akan mengajak anak-anak. Hindari berbohong seperti, "Ayah hanya pergi sebentar" padahal kenyataanya Ayah pergi bekerja dari pagi hingga sore yang nyatanya itu bukan sebentar.

4. Tanamkan keyakinan bahwa Tuhan Maha Melihat

 

Yakinkan pada anak bahwa dimanapun dan kapanpun mereka berbohong meski tidak ada satupun orang yang tahu, akan selalu ada Allah Yang Maha Melihat dan para malaikat-Nya yang mencatat setiap amalan baik dan buruk kita. Setiap kita pasrahkan dan titipkan anak kita pada Allah, anak kita akan selalu dijaga fitrahnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Hey Mama, mendidik seorang anak laki-laki sama dengan kita membangun sebuah peradaban. Anak lelaki kita saat ini adalah calon imam keluarga, calon seorang pemimpin sebuah peradaban. Jika kita mampu mendidik anak laki-laki kita dengan tepat dan benar, maka kita telah berkontribusi memunculkan pemimpin peradaban yang unggul. Tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan kepada anak laki-laki kita. Selain memiliki jiwa pemberani mereka juga harus dibekali karakter-karakter lain seperti bertanggung jawab, jujur, menepati janji, dan memiliki jiwa pembelajar.

Tidak ada metode pembelajaran untuk anak dari orang tua yang lebih tepat selain memberikannya teladan secara langsung. Berikut cara sederhana yang bisa parents terapkan agar anak laki-laki kalian memiliki jiwa seorang pemimpin:

Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah karakter yang paling penting bagi seorang pemimpin. Mereka dituntut untuk bisa mengambil keputusan dan berani menanggung segala akibatnya yang mungkin terjadi. Setiap pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang ia pimpin. Parents bisa saja menanamkan karakter ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, merapikan tempat tidurnya, membereskan mainan, dan mencuci piring kotornya. Biarkan ia berusaha sendiri menyelesaikan apa yang seharusnya ia bereskan dan pertanggung jawabkan. Bantu ia jika sedikit kesulitan.

Jujur

Kejujuran adalah karakter yang sangat perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Kejujuran inilah yang akan menghalangi mereka untuk bersikap KKN dan merugikan anggota yang ia pimpin suatu saat nanti. Hal utama yang bisa kita lakukan untuk melatih kejujuran anak adalah, hindari reaksi negatif saat anak berbicara jujur. Baik itu dengan kita menertawakannya atau pun memarahinya secara langsung. Jika anak datang kepada parents dan mengatakan bahwa ia baru saja mencoret dinding di ruang tamu. Jangan langsung dimarahi. Hargai kejujuran mereka, dan katakan jika mereka bisa saja menggambar di buku gambarnya yang sudah disediakan. Tidak harus menggambar di tembok. Hal yang paling utama dari menanamkan kejujuran disini adalah tunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka punya orang tua yang selalu jujur dan tidak pernah berbohong. (Baca juga: Ingin anak Jujur?)

Menepati Janji

Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menepati janji kepada anggota yang ia pimpin. Sebelum menyatakan janjinya, tentu ada kesapakatang yang dibuat terlebih dahulu. Saat membuat kesepakatan ini juga sertakan pemahaman kepada anak tentang alasan dibuatnya sebuah janji tsb. Misalnya saja membuat kesepakatan anak boleh menonton kartun kesukaanya hanya jika bersama orang tuanya. Berikan alasan bahwa dengan menonton kartun bersama akan lebih menyenangkan. Ingatkan terus kepada mereka akan kesepakatn yang telah dibuat tersebut dan konsisten untuk selalu menepati.

Jiwa Pembelajar

Sejatinya setiap anak lahir dengan rasa keingin tahuan mereka yang sangat besar. Hal ini bisa dilihat bagaiamana keantusiasan mereka menanyakan setiap hal yang mereka lihat kepada orang tua mereka. Sudah menjadi rahasia umum, jika para orang tua sering dihujani pertanyaan kritis anak mereka. Seperti, "Ma, kenapa langit berwarna biru? Kalau malam menjadi gelap juga. Itu kenapa?".
Dari setiap pertanyaan mereka, sudah sangat jelas sejatinya anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar. Respon terbaik kalian yaitu dengan menjawab semua keingintahuannya dengan mengajak mereka diskusi bersama. Gunakan buku yang tepat untuk mengexplore segala keingintahuan mereka. Puaskan mereka dengan buku pengetahuan. Jiwa pembelajar sudah ada pada setiap jiwa anak-anak, yang perlu kita lakukan hanya menjembataninya agar lebih terarah dan maximal.

Last but not least, bekali setiap anak laki-laki kalian dengan ilmu agama. Ilmu agama yang akan membentuk akhlak baik mereka dan lebih beradab tentunya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Dear Ayah Ibu,
Seberapa sering kalian mengatakan I LOVE YOU

Kepada anak-anakmu?

Kalau saya pribadi & suami
Sangat sering mengatakan ini kepada anak kami
Minimal sekali, menjelang tidur di malam hari

Hingga menjadi kebiasaan
Setiap malam pasti ia ucapkan
Sambil dihadiahi kecupan

Setidaknya dengan kata I LOVE YOU disetiap malam
Kami bisa melupakan segala amarah yang mencekam
Dari segala keriwehan pagi hingga gelapnya malam

Hayooo sudahkah kalian ucapkan I LOVE YOU pada anak kalian hari ini?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

About me

About MeRead More

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Categories

  • bunda
  • candu game online
  • candu smart phone
  • gadget
  • game
  • ibu
  • imajinasi
  • imajinasi anak
  • interaksi
  • karakter
  • kecerdasan emosional
  • kecerdasan ibu
  • kecerdasan intelektual
  • kecerdasan sosial
  • kecerdasan spiritual
  • kejujuran
  • mama
  • parents
  • parents and kids
  • pembiasaan
  • pendidikan
  • pendidikan karakter
  • pengasuhan
  • pola asuh
  • smartphone
  • teknologi
  • tumbuh kembang anak

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • November 2019 (2)
  • Oktober 2019 (4)
  • September 2019 (3)
Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Mengenai Saya

Foto saya
fatmawati19
Lihat profil lengkapku

Cari Blog Ini

Popular Posts

  • (tanpa judul)
    (tanpa judul)
    Dear Ayah Ibu, Seberapa sering kalian mengatakan I LOVE YOU Kepada anak-anakmu? Kalau saya pribadi & suami Sangat sering mengat...
  • Pentingnya Daya Imajinasi Anak
    Pentingnya Daya Imajinasi Anak
    Hey Mama, Einstein pernah berpendapat bahwa imajinasi itu lebih penting dari pada ilmu pengetahuan. Melalui imajinasi akan tercipta hal-h...
  • Ajarkan Nilai Kepemimpinan pada Anak Laki-Laki
    Ajarkan Nilai Kepemimpinan pada Anak Laki-Laki
    Hey Mama, mendidik seorang anak laki-laki sama dengan kita membangun sebuah peradaban. Anak lelaki kita saat ini adalah calon imam kelua...
  • Home

Like Us

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates