Pernah dan sering sekali melihat anak yang merengek entah minta apa sama orang tuanya tapi malah disodorin gadget. Wuzzzz, seketika si anak langsung anteng exploring gadget yang diberikan orang tuanya. Anak yang tadinya sangat berisik, tidak bisa diem tapi ketika dihadapkan dengan gadget jadi lebih anteng dan terkendali.
Gadget selalu menjadi jalan pintas bagi orang tua untuk menenangkan anak-anak mereka yang rewel di saat mereka repot, ada keperluan meeting, dsb. Cara ini memang selalu berhasil menghipnotis anak untuk lebih tenang. Tapi bukan cara yang terbaik untuk menenangkan anak saat rewel.
Gadget bukanlah solusi untuk menenangkan anak saat rewel.
Seorang ahli psikologi pun tidak membenarkan penggunaan gadget sebagai baby sitter agar anak diam. Justru yang lebih baik adalah banyak berinteraksi secara nyata dan melakukan stimulasi sensori motoriknya. Terutama pada anak di bawah usia 2 tahun, interaksi nyata dan memberinya stimulasi sensori motorik penting dilakukan. Karena di usia itu, area sensori motorik harus banyak distimulasi. Aktivitas fisik dan interaksi secara langsung bisa dilakukan misalnya melalui kegiatan bernyanyi dan bermain.
Jadi, memang sudah menjadi fitrah anak jika mereka sangat aktif dan tidak bisa diam. Alih-alih memberikan mereka gadget, sebaiknya parents memberikan kesibukan lain. Misal, membawa mainannya jika bepergian, buku yang menarik, buku tracing and write, sticker book, dan lain sebagainya yang bisa membuat tangan si anak lebih aktif bergerak dan bisa dilakukan secara duduk.
Dalam studi yang diterbitkan di Journal Pediatrics, instruktur pediatrik klinis di Boston University School of Medicine, Dr Jenny Radesky mengatakan ketika orang tua menyodorkan gadget saat anaknya menangis, si anak memang kemudian diam. Tapi, menurut Jenny, coba perhatikan bahwa anak justru asyik dengan apa yang ditonton dalam layar gadget saja. Mereka sudah tidak memperdulikan lingkungannya lagi. Bahkan mungkin jika dipanggil sudah tidak memberikan reaksi lagi.
Mungkin pada awalnya gadget memang bisa menenangkan anak saat rewel dan ini sangat membantu parents, tapi kemudian bisa jadi malah parents yang akan sangat kewalahan karena anak tidak bisa diam jika tidak diberi gadget. Jika gadget dijadikan alat utama untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak, mereka akan kesulitan untuk mengembangkan kemampuan regulasi dirinya.
Ketika anak tergantung pada gadget, termasuk televisi, hal tersebut akan membuat perkembangan bahasa dan keterampilan sosial anak menurun. Termasuk juga keterampilan empati, bergaul, memecahkan masalah, kemampuan menjelajah, serta berinteraksi dengan teman sebaya.
Hey parents, play gives children a chance to practice what they are learning. - Mr. Rogers -
Hanya dari bermainlah, anak-anak bisa memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru dalam hidup mereka. Jangan salahkan anak yang tidak bisa berhenti untuk bermain, berlarian, membuat kerusuhan di dalam rumah. Itulah cara mereka belajar dan mengenali lingkungan mereka. Jangan pernah sekali-kali mencoba menyodorkan gadget pada mereka.




