candu game onlinecandu smart phonegadgetgameparentsparents and kidspengasuhanpola asuhsmartphoneteknologi
Kenapa Gadget Sangat Menarik untuk Anak?
Hey parents, saat ini adalah saat dimana kecanggihan teknologi menggempur dunia. Dengan perkembangan teknologi yang teramat pesat, kita pun dituntut untuk bisa menaklukkannya. Jika tidak maka kita lah yang akan tunduk pada teknologi.
Beberapa minggu yg lalu beredar kabar mengejutkan dari Jawa Barat tentang adanya anak usia 10 tahun yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan game dalam smartphone. Bahkan sampai sekarang sudah tercatat ratusan anak yang mengalami gangguan jiwa akibat gawai ini di RSJ Cisarua - Jawa Barat. Semakin hari jumlahnya pun semakin meningkat.
Sebelumnya juga ada berita yang menyebutkan orang tua di Kediri yang dikejutkan atas tagihan telepon pascabayarnya yang mencapai 11 juta akibat belanja game yang dilakukan secara diam-diam oleh anaknya dengan menggunakan identitas Ayahnya. Setelah kasus ini diselesaikan dengan meng-cancel beberapa pembelian tools game tsb, si ibu mengajak para orangtua lainnya agar lebih dekat dan membangun komunikasi dengan anak-anak mereka.
Belakangan ini juga tak jarang kita jumpai balita yang sudah mahir mengoperasikan gadget. Walaupun masih terbatas hanya untuk menonton youtube. Tontonan yang diberikan orang tua dalam youtube itu pun sebenarnya juga masih dalam konten anak-anak. Tapi, durasi menonton itu yang sudah sangat tidak wajar untuk balita. Ketika anak hendak makan, diberikan kebebasan menonton agar bisa duduk diam dan cepat menghabiskan makanan. Ketika menjumpai dokter, agar anak tidak mengacau pun disodorin gadget. Ketika dalam perjalanan wisata atau berkeunjung ke rumah saudara, agar anak tidak bosan disodorin gadget lagi.
Secara tidak sadar, sebenarnya orang tua lah yang pertama kali mengenalkan gadget pada anak-anaknya sendiri bahkan diusianya yang masih sangat dini.
Ketika si anak mulai menunjukkan tanda-tanda candu pada gadget seperti berontak ketika gadget diambil oleh orang tuanya, barulah orang tua sadar selama ini kebiasaan buruk itu telah ia tanamkan sendiri.
Lalu kenapa sih gadget ini bisa secepat itu menarik perhatian anak kita?
Gadget lebih responsif daripada orang tuanya.
Gadget lebih responsif daripada orang tuanya.
Semua gadget saat ini menggunakan fitur touchscreen, dimana cara menggunakannya hanya dengan sentuhan saja sudah bisa mengakses segala kebutuhan kita. Begitu pun ketika anak ingin main game atau pun menonton video kesukaannya, cukup ditowel-towel langsung memberikan hiburan untuk anak-anak.
Pertanyaannya, bagaimana respon parents terhadap anak-anak ketika mereka membutuhkan hiburan untuk bermain dengan parents, apakah parents langsung turun tangan, duduk bersama anak untuk bermain atau membacakan buku kesukaannya? Apa selalu mengatakan "Tunggu, mama repot. Main sendiri dulu!". Hey parents, serepot apapun kalian, tolong jangan membuat anak sampai menunggu hingga jenuh hanya untuk bisa bermain dengan kalian. Jika begini terus menerus anak pasti akan mencari pelarian untuk menghibur dirinya sendiri.
Gadget lebih interaktif daripada orang tuanya
Gadget lebih interaktif daripada orang tuanya
Dengan koneksi internet yang tanpa batas, anak akan dengan mudah mengakses segala keingintahuannya dalam internet. Ketika ingin mengetahui suatu hal, anak tinggal merekam voice note dalam google search dan mereka akan mendapatkan jawabannya. Atau ketika ingin nonton kartun kesukaanya, semuanya sudah ada dalam list most watched dalam you tube. Semua kebutuhan untuk memuaskan keingintahuan mereka hingga hiburan pun bisa mereka dapatkan hanya dari gadget.
Pertanyaannya, bagaimana reaksi parents selama ini jika anak melontarkan pertanyaan cerdasnya? Sudah cukup kah kita memuaskan keingintahuan anak? Atau malah hanya sekedar acuh terhadap setiap hal yg ingin anak tunjukkan pada kita?
"Ma, kenapa kok awan berwarna putih yaa?"
"Ah udah dari sononya begitu."
Coba klo anak tanya pada google atau di you tube. Wah bukan hanya penjelasan aja yg mereka dapatkan tapi juga diberi gambar visualisasi yang jelas dan menarik.
Gadget tidak memiliki emosi dan tidak pernah marah
Gadget tidak memiliki emosi dan tidak pernah marah
Gadget akan merespon apapun yang anak butuhkan dengan cepat. Kalau pun anak marah karena mungkin jaringan lemot, gadget tidak akan marah balik sama anak.
Pertanyaannya, bagaimana parents menyikapi anak yang sedang emosi? Bisa menenangkan atau malah balik memarahinya? Jika jawabannya ada pada pilihan kedua, jangan salahkan kalau anak lebih nyaman bermain dengan gadget yang tidak pernah memarahi anak.
Gadget selalu siap diajak main kapan saja
Gadget selalu siap diajak main kapan saja
Jika parents meletakkan gadget ditempat-tempat yang mudah dijangkau dan tersedia jaringan internet yang cepat, anak akan lebih tertarik bermain dengan gadget. Karena gadget sudah tersedia dan kapan pun anak butuh hiburan yaa tinggal ambil saja.
Pertanyaannya, kemana kah paremts selama ini hingga anak mudah sekali mengakses gadget di rumah? Sesibuk itu kah hingga menjadikan gadget sebagai teman bermain anak? Hey parents, please open up your mind!! Masa kecil anak kalian yang penuh dengan dunia bermain pasti akan cepat berlalu, mau kalian sia-siakan begitu saja tanpa memberikan bonding yang kuat antara anak dan orang tua dengan cara bermain bersama? Think!




0 komentar