Ajarkan Nilai Kepemimpinan pada Anak Laki-Laki
Hey Mama, mendidik seorang anak laki-laki sama dengan kita membangun sebuah peradaban. Anak lelaki kita saat ini adalah calon imam keluarga, calon seorang pemimpin sebuah peradaban. Jika kita mampu mendidik anak laki-laki kita dengan tepat dan benar, maka kita telah berkontribusi memunculkan pemimpin peradaban yang unggul. Tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan kepada anak laki-laki kita. Selain memiliki jiwa pemberani mereka juga harus dibekali karakter-karakter lain seperti bertanggung jawab, jujur, menepati janji, dan memiliki jiwa pembelajar.
Tidak ada metode pembelajaran untuk anak dari orang tua yang lebih tepat selain memberikannya teladan secara langsung. Berikut cara sederhana yang bisa parents terapkan agar anak laki-laki kalian memiliki jiwa seorang pemimpin:
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah karakter yang paling penting bagi seorang pemimpin. Mereka dituntut untuk bisa mengambil keputusan dan berani menanggung segala akibatnya yang mungkin terjadi. Setiap pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang ia pimpin. Parents bisa saja menanamkan karakter ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, merapikan tempat tidurnya, membereskan mainan, dan mencuci piring kotornya. Biarkan ia berusaha sendiri menyelesaikan apa yang seharusnya ia bereskan dan pertanggung jawabkan. Bantu ia jika sedikit kesulitan.Jujur
Kejujuran adalah karakter yang sangat perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Kejujuran inilah yang akan menghalangi mereka untuk bersikap KKN dan merugikan anggota yang ia pimpin suatu saat nanti. Hal utama yang bisa kita lakukan untuk melatih kejujuran anak adalah, hindari reaksi negatif saat anak berbicara jujur. Baik itu dengan kita menertawakannya atau pun memarahinya secara langsung. Jika anak datang kepada parents dan mengatakan bahwa ia baru saja mencoret dinding di ruang tamu. Jangan langsung dimarahi. Hargai kejujuran mereka, dan katakan jika mereka bisa saja menggambar di buku gambarnya yang sudah disediakan. Tidak harus menggambar di tembok. Hal yang paling utama dari menanamkan kejujuran disini adalah tunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka punya orang tua yang selalu jujur dan tidak pernah berbohong. (Baca juga: Ingin anak Jujur?)Menepati Janji
Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menepati janji kepada anggota yang ia pimpin. Sebelum menyatakan janjinya, tentu ada kesapakatang yang dibuat terlebih dahulu. Saat membuat kesepakatan ini juga sertakan pemahaman kepada anak tentang alasan dibuatnya sebuah janji tsb. Misalnya saja membuat kesepakatan anak boleh menonton kartun kesukaanya hanya jika bersama orang tuanya. Berikan alasan bahwa dengan menonton kartun bersama akan lebih menyenangkan. Ingatkan terus kepada mereka akan kesepakatn yang telah dibuat tersebut dan konsisten untuk selalu menepati.Jiwa Pembelajar
Sejatinya setiap anak lahir dengan rasa keingin tahuan mereka yang sangat besar. Hal ini bisa dilihat bagaiamana keantusiasan mereka menanyakan setiap hal yang mereka lihat kepada orang tua mereka. Sudah menjadi rahasia umum, jika para orang tua sering dihujani pertanyaan kritis anak mereka. Seperti, "Ma, kenapa langit berwarna biru? Kalau malam menjadi gelap juga. Itu kenapa?".Dari setiap pertanyaan mereka, sudah sangat jelas sejatinya anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar. Respon terbaik kalian yaitu dengan menjawab semua keingintahuannya dengan mengajak mereka diskusi bersama. Gunakan buku yang tepat untuk mengexplore segala keingintahuan mereka. Puaskan mereka dengan buku pengetahuan. Jiwa pembelajar sudah ada pada setiap jiwa anak-anak, yang perlu kita lakukan hanya menjembataninya agar lebih terarah dan maximal.
Last but not least, bekali setiap anak laki-laki kalian dengan ilmu agama. Ilmu agama yang akan membentuk akhlak baik mereka dan lebih beradab tentunya.




0 komentar