Pentingnya Daya Imajinasi Anak

by - Oktober 07, 2019


Hey Mama, Einstein pernah berpendapat bahwa imajinasi itu lebih penting dari pada ilmu pengetahuan. Melalui imajinasi akan tercipta hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Bagi anak-anak yang masih sibuk dengan dunia bermainnya, kerap kali terjadi cetusa-cetusan imajinasi kreatif dalam diri mereka. Daya imajinasi setiap anakpun berbeda satu sama lain. Ada anak-anak yang memiliki daya imajinasi tinggi, namun tak sedikit juga yang memiliki daya imajinasi yang rendah dan monoton.

Pada dasarnya, imajinasi setiap anak berkembang seiring berkembangnya kemampuan berbicara mereka. Dengan imajinasi, anak dapat mengembangkan daya pikir dan daya ciptanya tanpa dibatasi kenyataan dan realitas sehari-hari. Ia bebas berpikir sesuai pengalaman dan khayalannya. Imajinasi akan membantu kemampuan berpikir flexibility, originality pada anak.

Imajinasi akan tampak pada anak ketika anak mengalami masa peka dan kritis. Masa peka merupakan periode dimana anak telah mencapai kesiapan untuk belajar. Seberapapun banyaknya rangsangan yang diterima anak, mereka tidak dapat belajar sampai perkembangan mereka siap untuk melakukannya.  Imajinasi bagi anak sangat penting dalam hubungan pengembangan bidang kognitif, sosial-emosi, bahasa, seni dan moral. Tanpa imajinasi anak tidak dapat melakukan atau berbuat sesuatu, pengetahuan mereka terbatas pada yang dicontohkan guru. Imajinasi juga sangat menentukan pengembangan kreativitas anak.

Hey mama, ketahuilah pentingnya mengembangkan daya imajinasi anak adalah untuk membuat anak terampil bersosialisasi dan berkomunikasi, anak mampu berpikir kreatif dan menganalisa, mampu memperkaya pengetahuan, anak menjadi lebih percaya diri, mandiri dan mampu bersaing, dan yang terakhir memunculkan bakat anak.

Terampil bersosialisasi dan berkomunikasi

 

Menurut Dorothy Singer, seorang profesor psikologi dari Yale University, anak-anak yang aktif berimajinasi cenderung lebih cerdas dan mudah bersosialisasi saat berada di sekolah. Hey Mama, pernah kah kalian melihat anak kalian bermain peran? Ada kalanya mereka memainkan karakter seorang super hero, kadang bertingkah seperti burung yang terbang dengan indahnya, atau mungkin pernah bermain sebagai seorang dokter dan pasiennya? Saat memainkan perannya itu lah anak selalu dibarengi dengan celotehnya bersama teman bermainnya menyelami imajinasi peran mereka. Tanpa disadari, saat itu juga anak telah belajar untuk menyelesaikan suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda sesuai peran yang ia perankan.

Berpikir kreatif dan menganalisa


Berimajinasi membuat anak lebih aktif dan kreatif. Naluri ilmiahnya sebagai seorang ilmuwan yang sering menganalisa hal yang terjadi di sekitarnya pun membuatnya untuk terus berpikir kreatif dan imajinatif. Kemampuannya menganalisa lingkungan sekitar secara imajinatif ini akan sangat membantu masa depannya. Hal ini ditegaskan dari setiap hasil analisanya akan menuntut anak untuk melakukan tindakan-tindakan logis yang imajinatif selanjutnya.


Memperkaya pengetahuan



Melalui sebuah pikiran imajinatifnya anak akan terdorong untuk berpikir kreatif, menganalisa, dan memunculkan sebuah ide. Dalam setiap idenya ini terkadang bermunculan sebuah pertanyaan cerdas dari mereka. Dari sebuah pertanyaan tersebut anak akan terus mencari informasi yang ia butuhkan. Kadang mereka dapatkan dari bertanya kepada orang tua mereka, dari buku yang mereka baca, atau bahkan dari pengalaman bermain. Semakin banyak hal yang ingin anak ketahui, maka semakin banyak pula ilmu pengetahuan yang bisa ia dapatkan


Jadikan anak lebih percaya diri, mandiri, dan mampu bersaing



Setiap anak yang mendapatkan dukungan dari parents untuk terus menggali daya imajinatifnya akan membuat anak lebih percaya diri terhadap kemampuan berpikir dan bertindaknya. Kepercayaan diri itu juga merupakan bekal untuk membuatnya lebih siap bersaing dengan lawannya yang sepadan. Kesiapan mereka untuk bersaing akan membuatnya lebih mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain.


Menumbuhkan bakat anak


Melalui daya imajinasi anak lambat laun akan mengembangkan bakat dan minat dalam belajar. Jika para orang tua mampu mengetahui seberapa besar kekuatan daya imajinasi anak mereka, maka akan sangat mudah mengenali bakat dan minat anak-anaknya. Semakin awal kita mengenali bakat anak, akan semakin optimal juga stimulasi yang bisa kita berikan kepada anak-anak. 



You May Also Like

0 komentar