Mengasah Imajinasi Anak

by - Oktober 14, 2019



Hey Mama, setelah minggu lalu kita bahas tentang betapa pentingnya daya imajinasi untuk tumbuh kembang anak (baca juga: Pentingnya Daya Imajinasi Anak), minggu ini akan kita kupas bagaimana sih caranya mengasah daya imajinasi anak dengan cara yang seru dan menyenangkan. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan daya imajinasi anak agar mereka tumbuh dengan pemikiran kreatifnya.

Bacakan Buku Dongeng

Menurut pendapat Kak Seto, anak dapat dirangsang untuk mengembangkan daya imajinasinya dengan mendengarkan cerita dongeng dari orang tuanya. Misalnya dari dongeng yang dibacakan Mama, anak akan membayangkan bagaimana serunya menjadi seorang peri yang cantik, atau bahkan menjadi si kancil yang cerdik. Ajak anak untuk menganalisa bagaiman suatu keajaiban bisa terjadi, bagaimana suatu kejahatan dan niatan buruk akan berakibat buruk juga. Secara tidak langsung dari sebuah dongeng anak akan belajar tentang problem solving dan berpikir kritis.

Bermain Peran

Hey Mama, cobalah untuk bermain peran atau mini drama dengan anak. Berikan peran sebagai seorang profesional dengan dialog yang sederhana. Beri ia kata kunci, misal si anak akan menjadi dokter yang memeriksa & mengobati pasien (Mama). Tuntun untuk cek fisik layaknya dokter yang sering memeriksa anak jika anak berobat hal ini bisa menghidupkan memory-nya. Permainan peran membantu perkembangan emosi anak dan memudahkan mereka bersosialisasi dengan lingkungannya.

Menggambar dan Berkreasi

Dengan menggambar anak akan bermain-main dengan aneka warna dan garis yang beraneka ragam. Anak-anak bebas berexpresi dengan aneka warna pilihannya. Hasil imajinasinya bisa dilihat dari hasil akhir gambar yang mereka buat.

Apresiasi Setiap Karyanya 

Hey Mama, pasti diantara kita pernah mendapatkan hadiah sederhana dari anak kita dari karyanya sendiri. Sepeti anak saya kemarin, ketika kami bermain peran sebagai seorang pedagang ice cream dan saya sebagai pembeli. Anak saya menawarkan sebuah ice cream yang ia buat dari pasir kinestic. Sontak membuat saya untuk mengatakan, "Wow, terimakasih ice cream coklat yang sangat yummy."
Apa reaksi anak saya? Iya, dia terus-terusan membuatkan saya aneka camilan selain ice cream seperti susu, kue coklat, dan jelly. Meski bentuk dan bahannya sama, ternyata dalam imajinasi anak bisa berubah jadi apapun yang mereka mau.
Dengan sebuah penghargaan yang sederhana dengan ucapan terimakasih, anak akan terpacu semangatnya untuk mengembangkan daya pikirnya.

Ajak Mengexplore Tempat Baru

Setiap akhir pekan, Mama bisa mengajak anak-anak untuk berkunjung ke tempat baru yang ramah anak tentunya. Setiap tempat yang baru anak kunjungi akan memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Misal, mengajak anak pergi ke pasar ia akan melihat bagaimana para pedagang dan pembeli bertransaksi dan menjumpai barang-barang apa saja yang ada di pasar. Dilain kesempatan, ajak anak berkunjung ke swalayan atau pusat perbelanjaan ditengah kota. Mereka akan menemukan hal lain, bukan hanya untuk jual beli barang namun juga jasa. Disetiap tempat baru yang anak kunjungi akan memperkaya pengalamannya.

Kurangi Larangan

Hey Mama, melarang anak untuk cepat berhenti menangis atau berhenti bergurau bisa mematikan kemampuan untuk mengexpresikan diri dan kemampuan kreativitasanya. Daripada langsung melarang anak untuk menghentikan tingkahnya, alangkah lebih baiknya mengalihkan dan memotivasinya untuk melakukan hal lain. Misal, daripada Mama mengatakan, "Stop nontonin HP, nanti mata adek rusak." lebih baik diganti "Adek, kita main pasir kinestic yuk kita buat jadi istana yang besar, ada kolam renangnya, ada parkiran excavatornya." sambil menunjukkan mainan yang dimaksud.

Itulah keenam cara seru untuk menghidupkan daya imajinasi anak agar tidak mematikan daya cipta dan kreativitasnya. Masa golden age anak harus dioptimalkan dengan memberikan stimulasi yang tepat agar saraf-saraf dalam otaknya terus berkesinambungan. Karena setelah masa golden age, saraf-saraf yang jarang distimulasi akan gugur dengan sendirinya dan menyisakan saraf-saraf yang sering digunakan saja. Anak cerdas dan kreatif adalah mereka yang terstimulasi daya imajinasinya dengan tepat dimasa yang tepat.

You May Also Like

0 komentar